Predator Makanan Kondangan


Pernah ke kondangan temennya bapak? atau bapaknya temen? Pasti udah sering dooong. Nah, sepengetahuan gue kalo kondangan tuh bisa dilaksanain di berbagai tempat. Kondangan yang paling mainstream dilaksanain di gedung - gedung serbaguna atau di rumah pelamin perempuan (itu kalo yang kawinan beda jenis). Gue juga sempet ngeliat pas lagi jalan - jalan atau balik dari kampus kalo ternyata kondangan juga bisa diselenggarain di tempat yang anti mainstream, misalnya tengah jalan. Ya beginilah nasib kita yang hidup di tengah kota metropolitan yang dikelilingi gedung bertingkat. Ga ada ruang, men. Beeeh sehdaaap.

Jujur gue paling suka kalo diajak bokap nyokap, temen, atau ada undangan dari temen yang mau kawin. Rasanya tuh gue jadi pengen kawin saat itu juga semangat nyari pasangan hidup. Salah satu tujuan utama gue selain menyelamati pasangan yang berbahagia adalah BERBURU MAKANAN. Mungkin tujuan ini cuma berlaku kalo kondangannya diadain di gedung yang mana pernikahan tersebut udah nyediain berbagai macam jenis makanan baik makanan utama maupun makanan pendukung. Berikut salah satu makanan yang paling sering diburu oleh khalayak ramai.


Setelah melewati berbagai macam pengalaman seputar "dunia" perkondangan, akhirnya gue menyadari kalo yang memiliki visi dan misi kondangan seperti yang udah gue jabarkan di atas itu ga cuma gue doang. Yup, setelah melakukan riset dan observasi di tempat perkara akhirnya gue mengetahui kalau banyak orang yang hadir di kondangan juga senang berburu makanan. Mungkin kalian bertanya - tanya, kenapa dari tadi gue menyebut "Berburu"? Karena ini bukan tentang menyantap makanan, ini adalah tentang kompetisi sesama tamu agar tidak kehabisan makanan, ini tentang me-manage waktu yang sempit untuk menyicipi semua masakan yang ada. Gue biasanya paling sering ber-partner bareng ade gue dalam memburu dan kita biasanya menyebut kami, para pemburu makanan sebagai PREDATOR. Sereeeem abiiiiesss. 

Buat elo - elo yang mempunyai visi dan misi seperti kami. How lucky are you! Oh iya, gue juga punya semacam rule of thumb ketika gue pergi kondangan. Gue pikir ini yang paling penting ketika elo mau punya visi misi ini. Camkan itu!

Aturan Main Pertama. Datang tepat waktu adalah harga mati buat kami. Di zaman yang dipenuhi dengan cabe - cabean ini, biasanya orang - orang bakal sangat tidak memperhatikan masalah waktu untuk datang ke sebuah kondangan. Inilah yang akan menjadi satu celah bagi kami supaya bisa memanfaatkan situasi yang ada. Sama seperti hal lainnya, kedisiplinan adalah nomor satu yang patut diperhatikan.


Aturan Main Kedua. Pelajari dan perhatikan tata lokasi gedung dan tata letak stand makanan. Ini penting, penting buat menentukan strategi apa yang bakal digunain sekitar 30 menit ke depan. Dari aturan ini, lo bakal bisa tahu apakah stand pempek dan stand bakso itu berdampingan atau tidak, apakah stand sate ayam ada atau tidak, bagaimana kerumunan orang dalam jangka waktu ke depan, apakah stand soto betawi memungkinkan elo untuk ketemu calon jodoh.


Aturan Main Ketiga. Jangan makan terlalu banyak dan terlalu lama pada makanan pertama. Biasanya ini kesalahan yang sering dilakukan oleh para newbie, mereka beranggapan bahwa mereka harus mengenyangkan perut terlebih dahulu. Gue tau rasanya ketika perut sudah mulai meronta - ronta. Pada bagian ini, perut harus diajarkan bagaimana beretika. Sabar adalah kunci utamanya.


Aturan Main Keempat. Akhiri rangkaian kondangan dengan menyelamati keluarga dan kedua mempelai. Aturan ini menitikberatkan kepada melakukan pencarian makanan terlebih dahulu lalu diakhiri dengan menyalami satu persatu mempelai. Aturan ini gue dapat setelah men-survey beberapa orang. Aturan ini ditujukan bagi para predator original yang hanya datang ke kondangan untuk memburu makanan. Sangat tidak direkomendasikan apabila mempelai merupakan keluarga atau orang terdekat.


Sekian beberapa patah kata dari gue seputar dunia perkondangan. Selamat berlatih menerapkan ilmu baru! Apabila ada ilmu baru, silahkan di-share dimari.

Kenangan, Kenyataan, dan Impian #MEmoryeah2014


Tahun 2015 semakin dekat, dan tahun 2014 akan segera berlalu. Banyak kisah - kisah yang udah terjadi di tahun 2014 ini. Mulai dari cerita senang, bahagia, suka, gembira, ceria, sejahtera sampai sentosa. Loh loh, itu mah sama aja cooy. Oiya, kenapa gue ga mencantumkan rasa sedih, duka, dsb? karena gue pikir apapun rasa kesedihan yang gue terima, itulah yang terbaik buat gue. Kita harus mensyukuri segala sesuatu yang dikasih Allah. beeh sehdaap.

Disini gue bakal nyeritain rekam jejak kehidupan gue selama satu tahun ini, banyak banget hal baru yang udah gue lewati selama setahun ini. Saking banyaknya sangat tidak dimungkinkan buat nyeritain semua, di post ini gue bakal merangkum hal - hal penting yang telah gue lalui. Check this out!

Cerita bermula di bulan Januari. Maybe, pada bulan ini gue ga akan melupakan memori perjalanan jauh yang udah gue tempuh. Yup, gue pergi backpacker-an ke Bali. Gue ga suka nyebut backpacker-an tapi lebih suka nyebut Gembel Traveller. Perjalanan ke Bali gue tempuh setelah melewati jalan yang berlika - liku, mulai dari naek kereta api paket anak kostan yang tempat duduknya tegak 90 derajat, nyebrang selat bali make kapal laut, diturunin di tempat yg ga semestinya sama sopir bus. Di Bali pun gue beserta rombongan juga ga nginep di hotel bintang lima, gue hanya mengandalkan bantuan temen gue dimana gue bisa nginep di rumah temen gue yang serasa hotel bintang lima. Sekitar 5 hari gue habisin waktu dengan muter - muter pesisir selatan Bali dan juga ngalamin beberapa hal gila, kaya ketemu bule gila yg ngikut2 moto, hampir makan makanan ga halal dan ngelakuin hal gila lainnya. Gue berpikir mulai dari bulan ini, gue bakal semakin bergairah menjalani bulan - bulan selanjutnya di tahun 2014 ini.


Kisah haru biru mewarnai gue di bulan Februari. Ini berkaitan dengan drama percintaan yang gue hadapi. Setelah melewati badai tornado konflik antara dua insan manusia yang berbeda, gue akhirnya memutuskan dengan berbagai pertimbangan dan alasan untuk menyudahi hubungan yang tak tentu arah ini. Lega, sedih, sakit, dan perih, semua bercampur menjadi satu. Hubungan yang udah gue bina bertahun - tahun akhirnya kandas juga. Dulu gue berpikir kalo dia bisa jadi orang pertama dan yang terakhir yang bisa bikin gue merasakan yang namanya cinta. Tapi setelah gue udahan, gue baru sadar, kalo gue sebenernya udah ngerasain yang namanya jatuh cinta. Yap jatuh cinta sama keluarga gue dan sama sahabat - sahabat gue. Gue baru sadar kalau ternyata hanya keluarga sama temen2 gue yang bakal setia men-support gue. Thank All! I LOVE YOU GUYS!!


Di bulan berikutnya tampaknya gue kembali diberi ujian oleh Sang Pencipta. Kakek gue yang merupakan salah satu orang yang paling dekat sama gue dari mulai gue lahir, harus kembali ke Tuhan Yang Maha Esa. Inilah yang membuat gue berpikir kalau dunia berjalan begitu sangat cepat dan kita baru akan merasa sangat menyayangi sesuatu ketika kita kehilangan sesuatu tersebut.

Di bulan - bulan berikutnya, mungkin gue hanya memperkuat diri dari apa yang udah gue alami belakangan ini. Gue mulai mempersibuk diri dengan ikut kegiatan - kegiatan kampus. Gue juga bersedia join kembali ke DPM 2014, lewat beberapa prokernya dan kegiatan kampus lainnya, alhamdulillah gue sudah bisa melewati hari - hari gue dengan senyum kembali.


Sebagai mahasiswa tua yang udah berpengalaman memakan asem dan garam di bangku perkuliahan, gue menganggap kalo bulan Juli adalah bulan dimana gue bisa mulai mempersiapkan kerja praktik gue. Akhirnya gue akan merasakan dunia kerja yang sesungguhnyaaaa coooooy. Setelah berkeliling dunia mencari tempat KP, akhirnya Asyst mau menerima gue dengan tangan terbuka. Pokoknya ga ada kata - kata yang dapat mewakili rasa bahagia gue buat bisa magang di tempat ini. Finally, gue bisa dapet duit hasil kerja kantoran. Disini, gue ngerasain gimana susahnya bokap gue nyari duit buat keluarga, umpel - umpelan naik bus, bangun pagi, pulang malem. Gue sangat salut atas perjuangan yang bokap gue lakuin. Thanks, dad!

Dua bulan berlalu, akhirnya magang gue selesai. Meskipun sempat ditawari untuk menambah jangka kerja magang, gue memutuskan untuk fokus ke kuliahan dulu. Berhubung peran gue jadi seorang mahasiswa sebentar lagi habis, gue harus mati - matian buat bagusin pengetahuan dan nilai serta lulus dengan hasil yang bisa buat orang tua gue tersenyum. Bisa ditebak, bulan - bulan selanjutnya gue hanya berfokus untuk kegiatan kuliah, proker PSDM DPM, sembari melakukan kegiatan mencari jodoh.


Dari apa yang telah gue lewati di tahun 2014, banyak pelajaran yang bisa gue ambil buat gue ke depannya. Banyak kesedihan dan kesenangan yang mungkin masih banyak lagi yang terlalu panjang untuk gue ceritain disini. Gue baru sadar kalau sepahit apapun kenangan yang gue alami, gue ga bisa merubah masa lalu dan tetep harus menerima kenyataan yang ada. Mau ga mau. Yang hanya bisa gue lakuin ya ngejalanin kenyataan yang ada ini dan berusaha bangkit buat ngejar cita - cita gue yang sempat tertunda.

Akhir kata dari gue "KENANGAN akan membawamu ke KENYATAAN yang sekarang. Dari KENANGAN dan KENYATAAN itulah pada akhirnya membawa kamu bermuara ke IMPIAN yang telah kamu cita - citakan sebelumnya". Salam Super.

Ini cerita gue nerima tantangan Kancut Keblenger, gimana cerita kawancut lainnya?

Selamat Hari Ibu



Mungkin selama ini aku tidak pernah mengatakan sayang
Mungkin selama ini aku menjadi orang yang paling menyebalkan
Mungkin selama ini aku menjadi orang yang terlalu sibuk dengan urusan ku sendiri
Mungkin selama ini aku menjadi orang yang tidak patuh terhadap kata - katamu

Tapi bukan maksudku untuk tidak mengatakan sayang
Bukan maksudku pula untuk berlaku tidak menyenangkan
Bukan maksudku pula untuk memikirkan kepentingan ku sendiri
Terkadang aku khilaf dan tidak sadar berperilaku begitu

Aku hanya meminta maaf
Atas semua yang telah kuperbuat
Mulai dari detik ini
Aku akan berjuang untuk selalu membuatmu tersenyum

Terima Kasih, Ibu
Atas apa yang engkau sisihkan dan korbankan selama ini
Sampai detik ini, mungkin aku belum bisa membalas semua pengorbananmu
Malah mungkin tidak akan pernah bisa

Mungkin yang hanya bisa aku lakukan adalah berusaha dan berdoa
Berusaha dengan kemampuan terbaikku membuatmu bahagia
Serta akan selalu ada namamu di dalam setiap do'aku

Indonesia, Sepak Bola, dan #BekukanPSSI


Gue di umur 21 begini baru kali ini gedek ngeliat sepakbola Indonesia. Mungkin bagi sebagian rakyat Indonesia, sepakbola adalah hiburan yang bisa dinikmatin kapan aja. Gak cuma para elite politik yang bisa nobar langsung di stadion, para warga kampung termasuk gue yg duitnya tiris rela - relain buat ke kampung sebelah cuma buat nonton bareng, apalagi kalo yang maen timnas Indonesia tercinta. Pokoknya dari anak kecil sampe embah - embah, dari lelaki sejati sampe lelaki sekong semuanya pada demen ngeliat timnas maen. Tapi itu dulu......

Jaman sekarang? Tahun 2014? Mau ngeliat apaan? Timnas Indonesia? Ga ada yang namanya Timnas Indonesia di tahun 2014. Mungkin yang ada tim Indonesia Mencari Bakat, tim Indonesia All Star, dan yang pasti namanya bukan Timnas Indonesia.titik

Gue mengakui kalo Zulkifli Syukur, Kurnia Meiga, Firman Utina, dkk adalah bagian dari tim nasional. Lah terus? Gue hanya ga mau mengakui kalau tim yang "katanya" membawa nama Indonesia ini disebut Timnas Indonesia. Kenapa? Karena tim yang dibuat ini membawa nama P$$I! #sehdaapp #ganyambung? #bodoamat


Mungkin kegedekan ini ga cuma gue doang yang ngerasain, mungkin temen - temen gue yang sedang baca ini juga lagi kesel. Mungkin juga semua masyarakat Indonesia semuanya juga pada KZL ngeliat gue nyerosos mulu Indonesia kalah mulu. Asal lo tau dan mungkin kalian udah pada tau kali yak kalo banyak banget alesan yang dibeberkan ama pelatih maupun sama PSSI pas kita kalah tanding. Gue bakal ngerangkum semua alesan menjadi beberapa doang. Berikut alesan klasik yg biasa diomongin pelatih atau PSSI:

1. Postur Pendek

Mungkin ini alesan paling menstrim yang diucapin komentator atopun pelatih ketika timnya kalah. Yang gue lebih ga ngerti lagi, ketika postur pemaen pada lebih pendek dibandingkan dengan pemaen lawan, tim dengan pemaen pendek malah gegayaan maen umpan lambung. Ini ibarat orang jelek ngaku-ngaku ganteng ke cewe cakep. Hasilnya apa? Gagal Total!

2. Kalah Stamina

Ini juga alesan yg cukup menstrim di tengah kekalahan timnas. Stamina pemain Indonesia rendah. Haft. Paling ngaco lagi ketika pelatih udah alesan kalo lawannya bule yg mana punya stamina lebih kuat dibanding pemain Indonesia. Kalau dipikir lebih jauh atau kita curhatin masalah ini ke Lionel Messi, mungkin Messi bakal ketawa ngakak. Lah tiap main, si Messi lawan bule - bule. Tapi yg ada malah si bulenya yg kalah stamina sama Messi. Eh btw, Messi bukan bule kan yak? #salahanalogi

3. Persiapan Kurang Matang


Terakhir, ini alasan yg dari tahun ke tahun pasti muncul. Pelatih atau organisasi bilang kalo persiapan pembentukan timnas sangat mepet waktunya, ga bisa maksimal. Baru kelar liga Indonesia, langsung dikumpulin pemainnya dan itu cuma sebulan sebelum kompetisi antar negara. Pemain juga ga bakal siap lah. Ini ibarat ada cowo abis ditolak terus besoknya langsung nembak ke cewe lain. Akhirnya sama! Gagal Maning Gagal Maning.


Mungkin lo semua yang pecinta timnas dan mengikuti perkembangan timnas pasti apal deh sama alasan - alasan mereka. Tapi meskipun begitu, gue tetep dukung sampe darah penghabisan buat Tim Nasional Indonesia dan mungkin gue hanya bisa berdoa semoga kejayaan Indonesia kembali lagi. Amiiin.