Bung Ello

Ayoo kita nyanyi - nyanyi dulu yok


Aku bukanlah orang yang punya harta berlimpah 
Aku hanyalah orang yang biasa-biasa saja 
Tapi aku selalu setia padamu 
Dan aku selalu jujur kepadamu
Gak kayak mantanmu yang selalu menyakitimu 
Gak pernah mau ngurusin kamu 
Bohongin kamu, curangin kamu 
Gak peduli perasaanmu
Aku bukan dia
Lupakan saja semua janji-janji manisnya 
Hilangkan saja semua kenangan bersamanya 
Kini ada aku yang setia padamu 
Kini ada aku yang cinta padamu
Gak kayak mantanmu yang selalu menyakitimu 
Gak pernah mau ngurusin kamu 
Bohongin kamu, curangin kamu 
Gak peduli perasaanmu
Mengapa kau masih terbayang olehnya 
Sampai kapan aku menunggumu
Gak kayak mantanmu yang selalu menyakitimu 
Gak pernah mau ngurusin kamu 
Bohongin kamu, curangin kamu 
Gak peduli perasaanmu
Yang selalu menyakitimu 
Gak pernah mau ngurusin kamu
 Bohongin kamu, curangin kamu
 Gak peduli perasaanmu

Belajar (dari) Catur



Terselesaikan satu hari yang melelahkan, mulai terbiasa dengan apa yang terjadi sejauh ini. Rutinitas berulang. Tak apa. Hidup kan emang harus dijalanin (yaiyalah), kita sebagai manusia cuma bisa ngejalanin dengan maksimal dan bertawakal menyerahkan semuanya kepada – Nya.

Sekali lagi, hari ini dapet hikmah/inspirasi/pencerahan atau semacemnya deh yang menggugah setitik pintu kecil di hati (cieilah lebay). Gue bakal nge-share beberapa hal yg gue dapet hari ini (baik kan).

Semua ini diilhami dari bang Amri tentang permainan catur. Hayooo, pada bisa catur gak? Pasti tahulah ya (kalo ada yg ga tau coba googling di yahoo :o). Yap catur, permainan sederhana yang menggembleng otak untuk berpikir. Ada 3 point yang bisa diambil dari game itu (bener kan ya bang *nanya ke bang amri*)

Point 1 : Plan Your Purpose First

Point 1 ini bercerita bahwasanya si pemain harus merencanakan terlebih dahulu bagaimana dia melangkah setiap kali dia mendapat giliran, bagaimana strategi agar dia dapat menang, bagaimana cara bidak bidaknya tidak habis termakan. Semua itu harus direncanakan di awal, bukan ketika berada di permainan. Tetapi bisa saja planning tidak sesuai dengan realita bukan? Pasti anda menjawab SANGAT BENAR. Ya disini bukan tentang bagaimana si planning berubah saat realita terbentang di depan tetapi ini tentang ketika kita merencanakan patokan dari tujuan/target. Ketika semua tidak sesuai dengan apa yang diharapkan mungkin kita bisa memodifikasi planning sedemikian rupa sehingga kita tetap berada di jalur menuju tujuan dari planning awal kita.

Dengan begitu kita tidak akan terpengaruh oleh orang lain. Analoginya adalah ketika lawan kita memajukan bidaknya sesuai rencananya, kita tidak menunggu tentang rencana orang tersebut, dengan planning, kita tidak akan tertekan dengan strategi lawan. Bukan kita yang memikirkan “duh kalo dia jalan kesini kuda gua harus kemana yah”. Dengan plan out purpose first, kita meminimalisir keadaan tersebut. Kita tidak akan menjadi orang yang mengikuti kebanyakan orang lakukan, tetapi lebih kepada apa yang kita inginkan, kita harapkan.

Point 2 : Make Sure You Covered

Di dalam catur kita ga hanya jalanin bidak seenaknya diri sendiri. Karena kalau salah salah jalan bisa jadi bidak kita dimakan oleh bidak lain. Nah, point kedua ini lebih kepada bagaimana cara bidak memainkan peran untuk melindung/meng-cover bidak lain. Di dalam catur, suatu bidak tidak hanya bertugas memakan bidak lain, memakan raja sebagai usaha untuk memenangkan permainan tetapi lebih kepada bagaimana bidak juga memiliki kemampuan untuk melindungi bidak lain agar tidak termakan oleh bidak musuh.

Pada paham maksudnya dalam kehidupan sehari hari kan? Artinya lo hidup ga bisa sendiri sendiri. Lo butuh temen untuk sharing, berbagi saran, kritik dan apapun yang membuat lo bisa bertahan di kehidupan lo. Tapi pernahkah lo tersadar lo berada dalam keadaan sendiri?Ga ada temen, ga ada siapa-siapa yang ngerti hidup lo?Gue yakin pasti pernah (curhat). Dalam visualisasinya bener kita sendiri.sepi. Tapi pada realitanya lo punya Allah, Allah SWT yang selalu mengerti hidup lo. Ketika lo selalu mengutuki hidup yang sulit,penuh kesendirian, nyatanya lo punya Allah guys (merasa tersindir lagi gue). Allah SWT yang selalu meng-cover hidup lo. Ga pernah tidur buatselalu nemenin kita, kalian. So, sadarlah kita waha umat manusia (serius ini)

Point 3 : Keep Tight With Other

Point ketiga ini juga cukup krusial bagi keberlangsungan hidup bidak – bidak kita. Kita akan sulit menang ketika bidak berada dalam posisi yang tidak bagus, bidak dalam keadaan mencar – mencar, tidak ada yang saling cover satu sama lain. Jika semua bidak berada dalam posisi yang cukup ketat, bisa mengisi satu sama lain, saling meng-cover, bergerak secara kesatuan maka peluang kita menang akan jauh lebuh besar. Ini berkaitan juga diri kita, kalian. Tanpa disadari kita ga bisa hidup sendiri, butuh bantuan dengan yang lainnya. Butuh bantuan yang lain untuk meningkatkan performa kita, mengembangkan kekuatan passion, membawa kepada tujuan yang telah direncanakan.

Ya intinya sih gitu. Hidup itu sebenernya bisa dianalogikan dengan hal – hal yang kecil tapi itu tergantung bagaimana kita memandang. Terserah bagi yang ngerasa hidup itu ga segampang menganalogikan dengan catur. Ya terserah sih, tapi buat gue ya hidup tetap hidup. Butuh melihat hal kecil untuk mempersiapkan diri melihat hal yang lebih besar.

Novel dan Film itu

Sudah beberapa lama akhirnya melihat lanjutan film tersebut, masih tidak setuju dengan sifat dari tokoh perempuan tersebut. Lebih ke arah unbelievable sepertinya. Mungkin penonton banyak yang melihat itu sebagai sebuah hal yang baik baik saja. Ya karena gue rasa penonton menginginkan ending yg lebih indah daripada sebelumnya.

Menurut pandangan gue, skenario tsb bermula dari sepasang kekasih yang tinggal dalam ruang lingkup yang sama. Menjalani komunikasi yang intens, hubungan yang sangat menyenangan kalo digambarkan di cerita itu. Seperti kelanjutan romanssa picisan, lanjutlah kepada suatu keadaan dimana kedua pasang ini terhalang oleh sebuah wilayah. Berjalan waktu demi waktu, hubungan masih tetap baik – baik saja. Tak enak rasanya kalo diberikan hal yang biasa – biasa saja dalam film itu. Diberikan suatu keadaan dimana datanglah seorang laki-laki dimana setelah waktu berjalan lebih lama, keadaan, pemikiran dan pandangan dari tokoh wanita berubah. Penonton pun masih merasa baik2 saja, ya karena penonton menginginkan itu.

Masih dalam keadaan yang kian berubah, terlihat pandangan yang berbeda dari tokoh wanita kepada tokoh pria yang baru saja datang di kehidupannya. Penonton pun tahu apa pandangan itu. Ketika itu terjadi, ketika dihadapkan kembali kepada pertemuan dengan kekasihnya, semuanya terlihat berubah. Tokoh wanita pun menyadari dengan sangat menyesal mengapa menjadi seperti itu. Disini yang terlihat sangat jahat mungkin, ketika ada kondisi yang memungkinkan mereka berdua untuk berpisah. Booom. Memang terjadi kejadian seperti itu. Konflik yang ditampilkan kurang menyentuh,karena diselingi beberapa ice breaking yang gue rasa menutupi konflik itu.

Apa yang terjadi selanjutnya? Ya perpisahan. Tokoh wanita mulai menjalani kehidupan barunya. Perasaan yang jauh lebih leluasa untuk mencintai terhadap tokoh baru itu. Tapi apa yang terjadi? Ada hal yang tidak sepaham dalam suatu waktu antara si tokoh wanita dan si laki-laki dan pada akhirnya lost contant antara keduanya karena keduanya tetap memegang prinsip masing-masing. Tapi pada kenyataan tetap saja si tokoh wanita tetap memendam suatu hal kepada tokoh baru tersebut.

Hari yang kian terlampau satu demi satu, si tokoh wanita bertemu dengan sesosok pria lain yang baru. Mungkin pria yang jauh lebih dewasa daripada sebelumnya. Tanpa disadari si tokoh wanita, sesosok pria lain ini yang beberapa bulan kemudian ternyata menyukai si tokoh wanita ini. Tentu saja,terlibat serangkaian pendekatan dan pemberian perhatian yang begitu berlebih membuat si tokoh wanita menjadi takjub akan sesosok pria lain ini. Penonton pun sudah paham akan situasinya, si tokoh wanita dan sesosok pria lain ini kemudian menjalin suatu hubungan.

Perjalanan hubungannya sudah hampir sampai ke tahap yang lebih intim lagi. Ya karena memang sesosok pria lain ini begitu mencintai, sangat mencintai malah yang terlihat oleh penonton. Sampai suatu hari si tokoh wanita dihadapkan kepada si tokoh laki-laki yang sempat tak sepaham pada waktu sebelumnya. Tentu saja karena ada beberapa hal, komunikasi antara dua manusia yang sebelumnya tak sepaham ini berlanjut kembali.

Ternyata apa yang dipendam selama ini oleh si tokoh wanita muncul ke permukaan lagi. Lagi dan lagi. Dengan penyadaran yang amat tinggi, si tokoh wanita merasa amat sangat berdosa sekali. Kenapa? Ketika ada sesosok pria yang sangat amat mencintai dirinya, perasaan terdahulu dengan si tokoh laki laki yang sebelumnya tak sepaham bisa muncul kembali. Ada yang salah? Tidak ada, begitu kata penonton yang menginginkan hal yang sebelumnya memang penonton inginkan.

Gue melihatnya sebagai sebuah hal yang “wow” kok bisa sih. Kembali ke cerita, si tokoh wanita kembali harus memendam setelah ada beberapa hal, begitu sadar dia sangat menyakiti sesosok pria lain. Mungkin yang gue lihat disini bukan rasa cinta, bukan rasa nyaman lagi, mungkin sebuah perasaan yang mengasihani sesosok pria lain. Dan ketika ini terjadi, sungguh amat menyakitkan bagi sesosok pria lain yang begitu mencintai so tokoh wanita. “bunga bangkai meskipun tertutup tidak terlihat pasti akan tercium juga baunya”. Ya, sesosok pria lain mengetahui juga pada akhirnya. Pria lain menyadari bahwa hubungannya memang tidak bisa dilanjutkan ya karena si tokoh wanita bukan memilih dirinya.

Whoops. Terjadi tangis haru di skenario itu, si tokoh wanita merasa amat berdosa dengan sesosok pria lain. Tak lama setelah itu, apa yang terjadi? Si tokoh wanita menikah dengan si laki laki yang sempat tak sepaham. Penonton pun senang akan ending seperti ini. Dan gue? Hanya tertegun. Kok bisa?

Ada 2 point dari pandangan gue:

Pertama, ketika si tokoh wanita sedang menjalin hubungan dengan kekasihnya. Belum ada jaminan kalo hubungan tersebut akan baik baik saja ketika komunikasi tetap intens dilakukan per suatu waktu dalam hubungan yang terhalang jarak.Itu terlihat ketika sesosok laki – laki datang dalam kehidupan si tokoh wanita dan tokoh wanita yang ketika ada suatu keadaan khusus dapat berpaling ke si tokoh laki – laki yang baru saja datang.

Kedua, ketika si tokoh wanita yang sebelumnya memendam rasa yang berlebih dan pada keadaan tersebut datang sesosok pria yang jauh lebih dewasa ke kehidupannya dan menyatakan secara langsung dan tidak langsung kalo dia sangat begitu mencintainya. Si tokoh wanita tetap menerimanya karena si tokoh wanita ingin move on dari perasaan yang dipendamnya dan ingin melupakan tokoh laki laki sebelumnya. Tidak tahu itu cinta atau bukan, si tokoh wanita berkeyakinan ketika proses dengan sesosok pria yang sangat mencintai itu berlangsung terus menerus ia akan mencintai sesosok pria tersebut. Namun semua itu hanya klise, ketika si laki-laki datang kembali ke kehidupannya.

Wanita memang dipenuhi dengan segala misteri. Tidak bisa ditebak. Ketika sudah mempercayai wanita, belum ada jaminan wanita memegang kepercayaan itu. Mungkin skenario di film itu berdasarkan sifat nyata dalam realita atau mingkin saja film itu secara fiktif mengkompilasikannya agar menjadi suatu kesatuan konflik yang hebat. Who Knows?

Tapi percayalah kepada Allah SWT, ketika anda sedang single maupun in relationship, Allah SWT akan memberikan jodoh yang terbaik buat anda sekalian.

“Dongeng pun tak selamanya berakhir dengan bahagia”

Marhaban Yaa Ramadhan

Subhanallah. Tepat hari ini, puasa sudah mulai dilaksanakan. Tak terasa secepat ini masuk ke bulan suci penuh hidayah. Subhanallah

Diawali dari perdebatan para tokoh terkemuka yg sibuk menetapkan awal mula penetapan bulan Ramadhan, gue seperti biasa telah menjatuhkan pilihan sesuai apa yg dipilih oleh imam keluarga. Ya apapun perbedaan itu yg penting niatnya lillahi ta'ala ya teman teman. Jangan mikir macem macem tentang kenapa sih harus beda, ya sebagai umat yang berakal kita harus berpositif thinking saja ^.^

Saya Tito Fadhil Ghonim beserta keluarga mengucapkan.
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
Mohon Maaf apabila kata atau sikap saya menyakiti perasaan anda semua